RAHASIA DIBALIK CITRA DAN POPULARITAS JOKOWI

Setelah kesuksesan politik pencitraan ala SBY sepuluh tahun lalu, kini muncul politik pencitraan gaya baru. Kali ini melibatkan dukungan masif semua media baik cetak, elektronik, online, maupun sosial.

Adalah jokowi yang digadang-gadang untuk jadi presiden dan diblow-up habis-habisan oleh media-media mainstream. Dukungan secara masif itu bisa dibilang tidak wajar karena jokowi yang adalah seorang muslim justru tidak “laku” di media Islam seperti voa-islam, arrahmah, suara-islam, dll. Bukankah kalau seorang muslim sangat luar biasa dalam memimpin, maka media-media muslim justru akan ikut memberitakannya dengan bombastis? Tapi bukannya diberitakan secara bombastis, jokowi justru diberitakan secara negatif di media-media muslim tersebut. Continue reading

Quo Vadis Jokowi – Ahok ?

image

Fenomena baru seputar sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri semakin me narik dicermati seiring kian kuat desakan kubu dan pendukung Jokowi menuntut Mega secepatnya memberikan persetujuannya atas pencapresan jokowi. Segala cara mereka lakukan untuk memaksa Jokowi dicapreskan melalui PDIP. Mulai dari bujuk rayu halus, melobi dari segala penjuru dan gunakan tangan tokoh – tokoh sipil militer, sampai pada pembentukan opini di media – media bayaran mereka atau melakukan aksi massa guna menyudutkan Megawati bilamana tidak bersedia / tidak mau mendukung Jokowi secepatnya sebagai Capres PDIP. Ada apakah gerangan kelompok – kelompok pendukung loyalis militan di belakang Jokowi ini ?

Semula hampir dapat dipastikan Megawati tidak akan maju lagi mencalonkan diri di pemilihan presiden 2014 setelah mengalami kekalahan dua kali berturut – turut dalam pilpres 2004 dan 2009 lalu. Megawati yang kini telah ditinggal suami tercinta, sebenarnya telah diposisikan sebagai guru bangsa dan ‘king maker’. Sebuah peran simbolik untuk melanggengkan citra pribadinya sebagai tokoh bangsa, mantan presiden dan menunaikan agenda strategis PDIP dan kaum nasionalis Indonesia dari tarikan arus afiliasi politik sektarian, primordial, liberal dan anti Pancasila. Continue reading

Kesepakatan Jahat SBY – Nazarudin, Selamat Datang Era Kezaliman !

Begitu banyak bukti dan fakta di depan mata kita yang menunjukan bagaimana Nazarudin, seorang raja koruptor mendapatkan perlindungan dan perlakuan istimewa dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan KPK.

Siapa yang dapat menyangkal Nazar si terpidana korupsi wisma atlit hanya dihukum 6 tahun penjara, vonis yang direkayasa sedemikian rupa hingga sama dengan vonis istri Nazar, Neneng si terpidana PLTS Kemenakertrans. Continue reading