Demi Menjerat Anas, KPK Dikooptasi Kabah Dijual

Kalau pun Anas terima gratifikasi mobil Harier ( yang sebenarnya Anas beli secara mencicil dan dilakukan sebelum menjabat sebagai anggota DPR), apa sih urgentnya bagi seorang SBY untuk menjatuhkan Anas Urbaningrum dari jabatannya sebagai ketua umum Partai Demokrat ?

Jika Presiden SBY benar – benar antikorupsi, pasti Anas menjadi elit Partai Demokrat terakhir yang harus diperiksa KPK karena masih banyak, ratusan elit PD yang terkenal korup dan merugikan keuangan negara.

Namun jika Anas tidak dihancurkan dengan segala cara, ya bukan SBY namanya. Kelamahan terbesar SBY adalah tidak mampu menolak permintaan sang istri sehingga ketika ibu negara minta Anas harus dilumatkan, pikiran dan hati SBY dikendalikan secara tanpa sadar oleh titah sang istri tersebut. Urusan negara, rakyat dan lain – lain silahkan antri atau tunggu hingga obsesi pribadi ibu negara untuk melihat Anas mati di penjara sudah terpenuhi.

Sulit dipungkiri, sesuai keinginan belahan jiwa, SBY lebih banyak mengurus kasus – kasus hukum selama periode kedua pemerintahannya. Selain berupaya menyelamatkan diri dan kroni – kroninya, SBY juga mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya serta sumber daya negara untuk menghancurkan musuh politik utama yang bernama Anas Urbaningrum.

Hasilnya, selama dua tahun Anas Urbaningrum diadili oleh majelis hakim bernama opini sesat bentukan SBY dan para sengkuninya. Terhitung sejak Nazarudin berhasil lolos dari pencekalan dirinya oleh KPK karena pengkhianatan oknum Direktur Penyidikan KPK sendiri yang membocorkan pengajuan cegah KPK ke Ditjen Imigrasi kepada Nazarudin dengan imbalan uang suap sebesar Rp. 5 miliar.

Pada awalnya tidak ada sama sekali nama Anas Urbaningrum disebut Nazarudin sebagai salah satu apalagi sebagai pelaku utama korupsi Wisma Atlet dan Hambalang. Jika memori rakyat bangsa ini cukup kuat, kasus korupsi wisma atlet adalah merupakan titik awal pengusutan korupsi – korupsi lain di seputar Nazarudin cs dan grup usahanya, Permai Grup.

Nazarudin sebelum jadi terduga korupsi, buron dan kemudian menjadi tersangka, adalah seorang pengusaha muda sukses melejit menjadi elit politik Partai Demokrat dengan jabatan bendahara umum. Banyak orang tidak tahu, Nazarudin sebelum menjabat sebagai Bendum PD, Nazar sudah menjabat Pelaksana Tetap Bendum PD di DPP PD di mana Ketua Umum PD dijabat oleh Hadi Utomo, ipar Presiden SBY. Nazar menggantikan Zainal Abidin, Bendum PD yang tiba – tiba meninggal dunia secara mendadak. Wakil Bendahara PD saat itu ada dua orang, yakni : Jody Heryanto dan M. Nazarudin. Jody mustahil ditunjuk menjadi Plt. Bendum PD karena karena saat itu sedang terjerat masalah hukum akibat menggelapkan uang nasabahnya sebesar Rp. 80 miliar (kini Jody Heryanto berstatus buronan kejaksaan karena melarikan diri dari vonis kasasi yang menghukumnya 3 tahun penjara ).

Nazarudin yang bertutur kata manis, royal mentraktir teman – teman dan selalu andalkan suap dalam melobi atau berbisnis, ditunjuk Ketum PD Hadi Utomo sebagai Plt. Bendum PD sejak tahun 2009. Melalui jasa baik Hadi Utomo, Andi Malarangeng dan Edhie Baskoro Yudhoyono, Nazarudin kemudian berhasil menjabat sebagai Bendum PD hasil pemilihan formatur terkait susunan pengurus DPP Partai Demokrat paska kongres PD 2010 lalu di Bandung. Keliru jika publik menganggap bahwa Anas Urbaningrum sebagai orang yang merekomendasikan Nazarudin sebagai Bendum PD 2010 – 2015.

Nazarudin yang panik karena dirinya yang semula berstatus sebagai anggota DPR, elit politik, orang istana dan pengusaha muda sukses, tiba – tiba terjerembab ke titik nadir sebagai terduga korupsi dan terpaksa harus melarikan diri karena permintaan cegah dari KPK sudah disampaikan ke Kemenhukham. Itu artinya, hanya tinggal menunggu waktu saja, dirinya pasti ditetapkan sebagai tersangka.

Nazar tidaklah secerdas yang rakyat Indonesia sangka. Saya tahu persis siapa Nazarudin di saat awal dia pindah ke Jakarta, ikut dibawa oleh seorang anggota DPR Fraksi PPP Syahrial Agamas, yang juga adalah Ketua Umum Gerakan Pemuda Kabah (GPK) saat itu. Kelebihan Nazar adalah karakternya yang gigih dan ulet plus mulut manisnya yang ‘berbisa’. Pendidikan Nazarudin terakhir hanyalah SMA dan lalu tanpa sepengetahuan siapa pun, tiba – tiba Nazarudin mengaku sudah mendapatkan gelar sarjana ekonomi (SE). Sangat mudah untuk mengetahui apakah Nazar itu lulusan SMA atau sarjana ekonomi. Tanyakan saja ilmu dasar ekonomi kepada dirinya, pasti Nazarudin tidak mampu menjawab sepatah kata pun.

Saya ungkapkan fakta ini agar rakyat tahu bahwa Nazarudin bukan orang yang cerdas secara akademis. Jika dia mampu menipu, memfitnah, membuat dan menyebar informasi palsu, menggiring dan membuat opini sesat dan seterusnya, pastilah karena ada pihak lain atau orang – orang yang menjadi otak intelektual atau sutradara yang mengendalikan Nazarudin dari balik layar.

Siapa pengendali Nazarudin sewaktu dia buron ke Singapura dan melancarkan serangan – serangan bernuansa tuduhan terhadap tokoh dan pejabat tertentu termasuk terhadap anggota keluarga presiden ? Nazar pasti mendapatkan bantuan pihak ketiga yang dapat dipastikan adalah sekelompok orang yang berasal dari keluarga terkemuka di Sumatera Utara. Lalu, ketika Nazarudin berhasil menimbulkan ketakutan pihak penguasa negeri ini dan terutama keluarga menteri yang memang terlibat korupsi triliunan di berbagai proyek, tuduhan Nazarudin dari Singpura itu memancing datangnya bantuan yang sangat besar untuk menyelamatkan keluarga penguasa dan keluarga menteri itu, sekaligus membuka peluang besar untuk menjalankan rencana menghancurkan Anas Urbaningrum Ketua Umum Partai Demokrat hasil kongres Bandung yang sejak hari pertama terpilih sudah menjadi target untuk dijatuhkan penguasa dengan segala cara, tak peduli cara halal mau pun cara haram alias jalan setan.

Skenario penghancuran Anas Urbaningrum disusun dan dimatangkan di istana dan dikediaman penguasa, kemudian dibawa ke Singapura. Di sebuah apartemen di kawasan Roxy Marina Road, Singapura yang dikawal ketat oleh sejumlah body guard, Nazarudin bersembunyi dan menerima tamu istimewa utusan keluarga penguasa yang membawa skenario untuk dijalankannya dengan upah yang luar biasa besar, yakni perlindungan hukum atas begitu banyak tindak pidana korupsi yang dilakukannya serta jaminan kekebalan hukum terhadap saudara – saudaranya seperti Hashim dan Nasir yang sebenarnya terlibat penuh dalam semua korupsi Nazar. Tidak hanya itu, Nazarudin juga mendapat jaminan bahwa harta kekayaannya yang berasal dari korupsi yang merugikan negara Rp. 6.1 triliun, tidak akan disita KPK. Plus bonus besar lain seperti penetapan kakak kandungnya M. Nasir kembali menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat.

Semua tawaran menggiurkan untuk Nazarudin dan keluarganya itu hanya bisa diraihnya jika dia mau dan mampu menjalankan skenario yang sudah disusun secara sangat matang, cermat dan komprehensif dari pusat jantung kekuasaan Indonesia. Nazar hanya mendapat tugas dan tanggung jawab sebagai pemain utama dalam sebuah sandiwara politik dan hukum tingkat tinggi hasil rekayasa maha karya seorang jenius yang kebetulan menjadi penguasa negara. Tugas dan tanggung jawab Nazarudin itu tidak terlalu berat, di samping itu dia akan mendapatkan dukungan maksimal dari banyak media massa di Indonesia yang sudah menjadi kolaborator sang sutradara, lengkap dengan antek – anteknya yang menjadi loudspeaker dan backing vocal dari setiap ocehan fitnah yang keluar dari mulut seorang Nazarudin.

Saya tidak membahas lagi mengenai kisah panjang Nazarudin selama dia buron ke Singapura, Malaysia, Vietnam sampai kemudian ‘ditangkap’ di sebuah kota turis di Kolumbia. Semua itu hanyalah dagelan semata, menipu rakyat Indonesia. Semua itu hanyalah pengecohan, pengelabuan dan penipuan untuk menciptakan drama penangkapan Nazarudin yang seolah – olah nyata padahal hanya rekayasa. Termasuk juga penjemputan Nazarudin oleh pesawat sewaan yang menghabiskan uang negara lebih Rp. 5 miliar. Satu – satunya, alur cerita yang tidak sesuai skenario adalah ketika Istri Nazarudin, Neneng Wahyuni dan anaknya ternyata tidak ikut bersama – sama dia menumpang pesawat khusus jemputan dari Jakarta. Ada perubahan rencana mendadak. Meski Neneng adalah juga bersatus buronan, anehnya KPK tidak serta merta menangkap dan membawa Nenang si buronan korupsi PLTS, menumpang pesawat yang sama dengan Nazarudin. Sang sutradara berubah pikiran, Neneng dan anak Nazarudin dikawal petugas KPK dan oknum aparat lainnya terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia untuk dijadikan sandera agar memastikan Nazarudin taat dan patuh sepenuhnya terhadap setiap kata, titik koma dan peran yang tercantum pada skenario yang sudah disiapkan sutradara.

Nazarudin, Si Raja Koruptor Besar Indonesia yang telah menyita perhatian rakyat selama berbulan – bulan dan menyebabkan mimpi buruk sepanjang tidur malam banyak pejabat dan keluarga penguasa Indonesia, kembali dengan selamat di Jakarta dan memulai lakonnya sebagai juru fitnah nomor wahid untuk menghancurkan Anas Urbaningrum, menjatuhkannya dari jabatan ketua umum, merusak total reputasi Anas sekaligus juga menyerang semua lawan politik penguasa yang sudah lama menjadi incaran. Sutradara kampiun itu memerlukan Nazarudin sebagai tangan kanannya untuk melindungi diri, keluarga dan kroni – kroninya dari jeratan berbagai korupsi triliunan rupiah yang selalu dijadikam isu besar oleh partai – partai, aktivis hukum dan antikorupsi, politisi DPR dan medi massa.

Peran Nazarudin sangat strategis dalam menghancurkan Anas Urbaningrum dan musuh – musuh penguasa. Bagaimana dengan KPK ? Sayang beribu sayang, jika sebelumnya hanya satu dua oknum KPK yang berwatak durjana, kini gerombolan srigala itu semakin banyak jumlahnya di KPK. Sebagai institusi penegak hukum khususnya pemberantas korupsi, KPK jilid III sekarang ini tidak ubahnya seperti herder penguasa. Siap menerkam siapa saja atas perintah tuannya.

Kembali kepada Nazarudin yang akhirnya sukses menjalankan perannya meski melewati tenggat waktu yang ditetapkan sutradara. Rencana sutradara untuk tetap bersembunyi di balik layar terpaksa dilanggar karena Anas yang sudah hampir 2 tahun menjadi korban penghancuran karakter melalui fitnah Nazar yang dikobarkan luas oleh pemain badut – badut figuran dan media massa bayaran, ternyata tetap tidak dapat dijatuhkan. KPK herder penguasa tak mamu mencari bukti cukup untuk seret Anas sebagai tersangka. Segala cara sudah dilakukan, segala tuduhan sudah dilontarkan, opini sesat sudah dianggap kebenaran oleh mayoritas rakyat yang jadi korban penipuan. Namun KPK belum juga berhasil menemukan dua bukti yang cukup untuk dapat menetapan Anas sebagai tersangka korupsi.

Sang sutradara marah besar. Ratusan miliar sudah dihabiskan, lebih setahun waktu dilewatkan, pendaftaran calon legislatif untuk pemilu sudah di depan mata, para asisten dan crew tidak becus menjalankan kewajiban. Semuanya kualitas tiruan. Abal – abal. Sementara itu, di rumah kediaman, ibu ratu alias istri sutradara kian cemas. Khawatir semua sandiwara maha karya sang suami gagal total dan balik membawa malapetaka kepada diri mereka dan keluarganya. Akhirnya, dengan sangat terpaksa sang sutradara muncul di hadapan publik. Mematut – matut wajah di depan kamera agar dapat disaksikan seluruh rakyat Indonesia tanpa rasa curiga.

Tidak tanggung yang dilakukan sang sutradara untuk memastikan Anas dapat dijadikan tersangka. Nama tuhan, tanah suci kelahiran nabi dan kiblat umat Islam sedunia dia jadikan senjata pamungkas diarahkan kepada KPK yang dinilainya begitu lamban hanya untuk menetapkan satu orang anak muda bernama Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Nama agung tuhan, tanah suci tujuan haji dan kota kelahiran agama Islam dijadikan topeng kemunafikan ketika ia melancarkan serangan keji terhadap seorang hamba Allah yang bernama Anas Urbaningrum. Masya Allah…astaghfirullah…Ampunkan kami ya Allah ..sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala mahluk ciptaanmu dan seluruh alam semesta.

Jutaan fitnah keji diciptakan, dituduhkan, dilekatkan ke wajah Anas, ternyata masih kurang. Tidak cukup ratusan miliar dihabiskan hanya untuk membiayai berbagai operasi intelijen ilegal dan operasi haram lainnya. Tidak cukup kooptasi hasil penghancuran KPK mesti dilalukannya. Tak cukup untuk merekayasa hanya satu kasus korupsi yang bisa mengubah status Anas dari manusia merdeka menjadi seorang tersangka. Masih tak cukup.

Mau tidak mau sang sutradara harus menerima kenyataan bahwa musuh utamanya adalah waktu. Dia tak mampu menghentikannya. Dia hanya dapat memanfaatkan waktu yang tersisa. Apa boleh buat, tiba saatnya kekuasaan dan ancaman menjadi senjata. KPK silahkan pilih : Anas harus jadi tersangka. Jika tak mampu penuhi perintah itu, maka para komisioner KPK lah yang menggantikannya ! Benar – benar luar biasa.

Kelihatannya sudah menjadi suratan takdir, Anas harus menjadi tersangka untuk delik pidana korupsi yang tidak jelas dan untuk pertama kali dalam sejarah hukum dunia, terhadap kasus Anas dilekatkan tuduhan pasal gratifikasi pada kasus yang tidak tercantum dalam UU Antikorupsi dan KHUP yakni : ” kasus dan lain – lain”. Selamat untuk Anas Urbaningrum yang eksistensinya di jagat politik Indonesia berhasil melahirkan yurisprudensi dan preseden baru dalam ilmu hukum dan pemberantasan korupsi yang diciptakan oleh KPK. Semoga banyak doktor dan ahli hukum dilahirkan dari pengkajian “kasus dan lain – lain” yang sudah diputuskan KPK, melebihi kuasa yang dimiliki majelis hakim di sebuah pengadilan.

Kita dihaturkan juga ucapan selamat untuk sang sutradara, yang telah menjalankan perannya melebihi Sutradara Agung yang sesungguhnya, Sutradara Pemilik Hidup dan Kehidupan, Sutradara Yang Maha Kuasa dan Maha Adil, Sutradara Agung yang senantiasa kita sebut dan kita sembah sebagai Tuhan, Dia Allah SWT. Selamat..semoga Allah mengampunimu dan kita semua. Amiin Ya Rabbalalamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s