Catatan Kecil Kejahatan Dan Korupsi Dahlan Iskan

Rasanya memang agak sukar dipercaya timbulnya berbagai tuduhan perilaku korup yang dialamatkan kepada Dahlan Iskan Menteri BUMN RI dan mantan Direktur Utama PT. PLN (Persero) itu. Sosok Dahlan yang terkenal sebagai tokoh pers Indonesia, konglomerat sukses pemilik ratusan perusahaan media yang tergabung dalam Jawa Pos Grup, penulis banyak buku bertema motivasi dan inspiratif, selalu dicitrakan sebagai pemimpin egaliter, merakyat, rendah hati, gemar membantu dan menawarkan pertolongan kepada siapa saja yang membutuhkan, serta berbagai pencitraan lain yang selalu melekat di dalam benak rakyat Indonesia. Sungguh sulit dipercaya, tuduhan bahwa Dahlan Iskan adalah seorang koruptor. Apalagi tuduhan sebagai koruptor terbesar di Indonesia !

Dua tahun lalu rakyat Indonesia masih terpukau dengan berjibunnya pemberitaan yang memuat kisah sukses Dahlan saat menjabat Direktur Utama PLN. Tak kurang Presiden SBY sendiri mengaku secara terbuka bahwa dirinya merasa puas dan terkesan dengan kinerja dan prestasi Dahlan di PLN yang dinilai spektakuler diantaranya ditunjukan melalui semakin berkurangnya wilayah Indonesia yang mengalami krisis atau pemadaman listrik. Presiden mengaku bahwa dirinya tidak lagi dihujani telpon dan sms berisikan protes dari rakyat yang keluhkan pemadaman listrik total atau pun bergilir di daerahnya . Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi Dahlan tersebut, Presiden SBY dengan penuh percaya diri menunjuk Dahlan sebagai Menteri BUMN menggantikan Mustafa Abubakar yang sedang menderita sakit.

Optimisme Semu

Atmosfir optimisme pun memenuhi suasana kerja Kabinet KIB II sebagai respon positif kehadiran Dahlan dalam pemerintahan SBY. Mayoritas rakyat menyambut dengan suka cita seraya lontarkan pujian kepada Presiden SBY yang dinilai tepat menunjuk Dahlan sebagai Menteri BUMN RI.

Dahlan Iskan mulai beraksi. Menjadikan jabatan menteri sebagai panggung unjuk diri dan unjuk aksi. Semua aktivitasnya diliput penuh oleh media. Kemana Dahlan pergi, pasti ada wartawan yang menemani. Dahlan jadi ikon berita di media – media setiap hari. Hanya dalam waktu tiga bulan, Dahlan sudah mengalahkan Presiden SBY dari intensitas dan frekwensi kehadirannya di media televisi nasional. Setiap hari tulisan Dahlan Iskan dimuat di berbagai media. Setiap hari aksi Dahlan Iskan dipublikasikan oleh media. Tiada hari tanpa Dahlan Iskan. Tiada hari tanpa pemberitaan mengenai aktivitas dan maunver – manuver Dahlan. Rakyat semakin terkesan.

Pencitraan, pencintraan dan pencitraan. Itulah yang kian tampak di mata rakyat ketika Dahlan Iskan mulai menunjukan sifat dan karakter aslinya. Tanpa pedulikan cemoohan rakyat yang sudah mulai bertanya – tanya mengenai efektifitas pekerjaan Dahlan Iskan. Terlalu banyak berita tentang Dahlan yang sama sekali tidak terkait dengan tugas dan kewajibannya selaku menteri BUMN. Dahlan tidur di kandang kambing, Dahlan naik ojek, Dahlan buka paksa pintu tol, Dahlan tampil di ratusan acara TV yang tidak bersangkut paut dengan tupoksinya sebagai seorang menteri. Semakin lama makin kelihatan narsis dan lebaynya Dahlan Iskan. Beratus janji manis, beribu – ribu kalimat pernyataan tanpa makna, berjuta – juta kata terucpkan untuk dilupakan begitu saja. Hampir semuanya hanya jadi buah bibir saja. Angin surga. Ngaspo.

Janji Manis Yang Tak Terbukti

Rakyat yang sudah cerdas mulai cermati aksi Dahlan ini. Mulai menghitung dan menilai berapa banyak janji dan ucapan Dahlan yang penuh tipuan, bohong, pepesan kosong. Tingkah laku Dahlan yang sangat narsis, berlebihan, alay dan lebay, membuat rakyat bertanya – tanya siapa dan bagaimana Dahlan ini sebenarnya. Terlihat lebih banyak tulang tanpa isi, lebih banyak gombal berasa terasi basi. Slogan : kerja, kerja, kerja ! Ternyata hanyalah tipu – tipu murahan ala Dahlan Iskan. Baru sekitar setahun menjabat, aroma busuk Dahlan Iskan mulai menyebar kemana – kemana bagaikan bangkai yang tidak dikubur dan tidak ditanam cukup dalam. Bau busuk menguap, menyengat hidung rakyat ! Polah Dahlan pun kian menyebalkan, memuakkan, bikin rakyat pusing tak tertahankan. Korban – korban pun mulai berjatuhan.

Di pemerintahan dan kabinet SBY, Dahlan kerap bikin ulah. Tindakan dan perbuatannya jauh dari harapan. Lain di hati lain diucapan. Dahlan tidak peduli aturan, tidak mengerti koordinasi, tidak mau paham hukum dan undang – undang. Semua dia tabrak, dia langgar sesuka hati seolah – olah sikap dan tindakannya pasti benar atau dibenarkan. Status Dahlan sebagai raja media massa Indonesia, Ketua PWI Pusat dan banyak Ketua PWI berbagai daerah yang adalah anak buah atau mantan anak buah Dahlan, jaringan luas dengan dukungan komunitas konglomerat tionghoa Indonesia dan China, hubungan istimewanya dengan konglomerat Chairul Tanjung dan Antony Salim dan seterusnya menyababkan tidak banyak tokoh atau pun rakyat biasa yang berani melawan dugaan pelanggaran etika, hukum dan undang – undang yang dilakukannya. Dimulai ketika Menteri Dahlan dengan sesuka hati mengangkat direksi BUMN tanpa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan menteri teknis atau menteri koordinator. Menteri BUMN Dahlan Iskan juga terlalu mudah menabrak Inpres yang mengatur pengangkatan direksi BUMN beraset 5 triliun ke atas harus nelalui proses seleksi dan keputusan TPA (Tim Penilai Akhir) yang diketuai Wakil Presiden RI.

Mendorong Proses Hukum Terhadap Dahlan

Akibat dari anarkisme Dahlan Iskan dalam penempatan direksi BUMN, dia pun pernah ditegur presiden dan selanjutnya diwajibkan untuk kedepankan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dahlan mematuhi teguran itu hanya untuk sementera waktu dan kemudian kembali lagi mengobrak – abrik jajaran direksi BUMN sesuka hatinya saja. Di samping ketidakpatutan Dahlan dalam penempatan direksi BUMN, Dahlan juga ditengarai bermain di banyak proyek – proyek strategis, banyak dituduh korupsi dalam skala raksasa atau buat kebijakan yang dicurigai untuk mengembangkan KKN Dahlan dan kroni – kroninya. Puncaknya ketika rakyat Indonesia kaget bukan kepalang, Dahlan dituduh sebagai penyebab utama inefisiensi di PLN yang rugikan negara Rp. 37 triliun dan membengkaknya subsidi negara di PLN dari sebesar Rp. 53 triliun menjadi Rp. 97 triliun, sebuah lonjakan jumlahnya subsidi yang luar biasa besar. Dari laporan audit BPK terhadap inefisiensi PLN inilah kemudian diketahui bahwa kesuksesan yang digembar gemborkan Dahlan dan mayoritas media massa nasional ternyata hanyalah sebuah kebohongan besar semata.

Meledaknya dugaan korupsi Dahlan yang berdalih inefisiensi sebesar Rp. 37 triliun di PLN rupanya tidak mampu mennghentikan Dahlan untuk memutuskan kebijakan kontroversial dan berpotensi besar merugikan negara di PT. Pertamina melalui KSO 40 Sumur backbone di Pertamina EP yang dikhawatirkan akan rugikan negara belasan triliun. Kerjasama Operasi antara PT. Pertamina EP dengan PT. Geo Cepu Corporation ini sangat kental nuansa KKN-nya karena direktur GCC, Gunawan Hadiputro disebut – sebut masih kerabat dekat Dahlan. Kegusaran masyarakat perminyakan Indonesia kian memuncak ketika diketahui GCC ini menggandeng perusahaan migas China sebagai patnernya. Perusahaan migas China tersebut bahkan adalah perusahaan yang memiliki track record buruk dalam sejarah industri migas Indonesia.

Keanehan – keanehan yang terus timbul dari hari ke -hari semakin banyak dalam pengelolaan BUMN oleh Dahlan Iskan yang semuanya patut dicurigai sarat muatan KKN kian menguatkan dugaan publik terhadap agenda tersembunyi Dahlan selaku Menteri BUMN. Pencitraan dan pencitraan, narsisme dan narsime, manuver dan manuver yang dilakukan Dahlan mulai menumbuhkan kesadaran rakyat untuk terus mencermati dan mewaspadai niat busuk yang terkandung di dalamnya. Desakan publik agar aparat hukum di kejaksaan, polri dan KPK agar segera menuntaskan semua laporan dugaan korupsi Dahlan Iskan Cs makin menguat untuk membuktikan apakah Dahlan Iskan itu adalah seorang koruptor besar atau tidak. Pembiaran yang dilakukan rakyat atas perbuatan dan tingkah laku Dahlan Iskan ini tidak dapat lagi dipertahankan demi menjaga dan menyelamatkan bangsa dan negara ini dari kemungkinan menderita kerugian luar biasa besar dari perbuatan Dahlan Iskan baik sewaktu menjabat Menteri BUMN, Direktur Utama PLN atau pun jauh sebelumnya, ketika Dahlan terlibat langsung dalam pembangunan PLTU Embalut di Kalimantan Timur.

Bukti Dahlan Iskan Buat kontrak Pengadaan Mesin dan Peralatan PLTU Embalut Kaltim secara melanggar hukum pada tanggal 15 Oktober 2002, dengan perusahaan berentitas BVI, sebelum Perusda Kaltim dibentuk/didirikan pada tanggal 23 Oktober 2002 sudah banyak beredar di tengah – tengah masyarakat.

Bukti kuat bahwa Dahlan Iskan patut diduga pernah menggelapkan uang bantuan sumbangan para pembaca Harian Jawa Pos untuk korban bencana gempa Maumere NTT sebesar Rp. 1.7 miliar pada tahun 1992, bantuan bencana Wasior Papuan dan Tsunami Aceh – Nias menjadi salah satu pertimbangan dan alasan yang sangat kuat bagi rakyat Indonesia untuk bersikap kritis dan skeptis terhadap semua tindak tanduk dan perilaku Dahlan Iskan yang bersembunyi di balik pencitraan melalui kerajaan dan jaringan media massa yang dimilikinya. Hati – hati dan waspadalah. Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s